Just Another Story
Cinta tidak pernah dapat ditemukan, karena sesungguhnya cinta tak dapat dicari
Orang yang ingin sembuh, selalu merasakan sakit terlebih dahulu
Apakah Salah yang Aku Inginkan?

apakah aku terlalu egois
apakah aku terlalu menuntut
apakah aku memang pantas kamu perlakukan seperti ini

aku tak pernah bisa mengerti maksud tujuan mu
aku tak pernah  isa mengerti akan perubahan sikapmu
aku pun tak pernah bisa mengerti mengapa engkau begitu berubah dimataku

selalu terbayang akan memori yang telah kita jalin
memori indah yang tak pernah bia tergantikan leh apapun
tapi aku tak mengerti mengapa semua itu sangat mudah engkau lupakan
“karena aku sudah ikhlas” itulah jawaban yang keluar dari bibirmu
serangkai kata yang tak oearnah bisa aku mengerti mengapa bisa terjadi

aku sadar aku salah aku sadar aku telah berbuat jahat
aku sadar telah tearjadi kesalahpahaman diantara kita
tapi mengapa engkau seakan begitu menutup diri
mengapa engkau senakan selalu menghindari aku
apakah aku parasit? apakah aku penyakit?

aku hanya ingin kita dapat berkomunikasi seperti sedia kala
seperti seorang anak kecil yang sedang bertemu dengan temannya
canda tawa har bahagia itulah yang aku inginkan
apakah harus aku yang selalu memulai? tapi tak pernah diberikan respon positif olehmu?

apakah salah yang aku inginkan?

"What should I do"

"Ben, tolong kita udh putus sekarang. Please, km move on. Kita gk bisa terus begini.”

"Tapi, sekarang ak sadar. Ak msih belum mau smua ini berakhir. C’mon dear, just give me another chance, I will show you that I really in love with you.”

"Sorry, I think this isn’t the right time. You know I will go abroad too. I’m so sorry, Ben."

Sosok seorang wanita, Michelle, selalu muncul di benak gw, setiap langkah yang gw tempuh ntah kenapa selalu muncul wajah dia seakan-akan otak gw telah memproses agar gw gk bisa ngelupain dia.

Itu lah ucapan terakhir yang pernah gw denger langsung keluar dari bibirnya, ucapan yg bisa dibilang menyayat hati ketika diingat. Setiap hari hanya kesesalan yang slalu datang menghantui gw, gw gk taw mesti gimana lagi untuk menghadapi ini smua

"Woy Ben? Gile lo, hari gini tampang lu lemes amat, kek gak ada semangat hidup banget.”

"Iya nih Vin, maw gimana lagi, gw lagi galau." Jawab gw

"Ya elah, hari gini galau, apa kata dunia, bro? Sudahlah, just face it, entar lu bakal nyesel deh kalo gini terus.”

"Iya, mungkin emang ini saatnya gw untuk berusaha menerima ini semua."

Hari-hari ini pun gw jalanin sendirian, dan entah kenapa semua ini terasa sepi, seperti gw ngejalanin semua ini sendirian.

Sosok seorang wanita, Michelle, selalu muncul di benak gw, setiap langkah yang gw tempuh ntah kenapa selalu muncul wajah dia seakan-akan otak gw telah memproses agar gw gk bisa ngelupain dia.

Akhirnya gw mencoba untuk bangkit dari keterpurukan itu. But, it is really hard for me.

Seluruh kenangan tempat yang pernah kita lewati, meja dan tempat duduk yang pernah kita singgahi, area-area mal, smua itu selalu memberikan flashback yang terkadang kembali membuat gw mengingat dia.

Akan tetapi, semakin bnyak lembaran hidup yang gw laluin, smakin jauhlah sosok dirinya dari gw. “Entahlah, gw gk ngerti gw harus ngapain lagi.”

What should I do?

In every darkness, there’s will be one bright spot.